Ngetod Temanku Yang Sudah Menjanda

Pokerseks-88 Cerita Dewasa Terbaru - Sebelumnya ada Cerita Kisah Perkosa Gadis SMA Perawan Saat Hujan, Kini ada cerita sex yang bergambar Cerita Kisah Ngetod Temanku Yang Sudah Menjanda. Selamat membaca dan menikmati :D


Kali ini saya akan menceritakan hubungan sex dengan teman lamaku yang lumyan cantik dan juga mempunyai body yang mulus serta seksi dan bernama Tias Nowara Putri. Saya & Tias memang sudah cukup lama tidak pernah bertemu sama sekali pun. Setelah sama-sama cerai dari pasangan masing-masing, keinginan ku bertemu dengan tias amat lah besar.

Mungkin dikarena banyaknya kecocokan kami di waktu dulu, dari mulai curhat sampai ke ML yang bisa dibilang sama-sama masih hapal kesukaan masing-masing. Kemudian pada suatu kesempatan, kami bertemu kembali di telepon, dan langsung berbuat janji untuk bertemu di kantornya pada hari sabtu siang, yang kebetulan sekali ada perkerjaann yang harus di bereskan.

Berangkatlah saya kekantornya di sebuah building di jalan utama ibu kota. Karena hari itu adalah hari sabtu, dan sebagian kantor sudah banyak yang tutup. Demikian juga di lantai tempat kantor Tias hanya tertinggal kantornya saja yang masih buka, itupun sudah tidak ada karyawaan piket karena memang cuma setengah hari.

Sesampai di depan pintu kantornya Tias pun langsung membukakan pintu dan menyambutku dengan penuh semangat dan ceria begitupun saya juga. Walaupun sempat terpana sebelum melihat dirinya yang sekarang yang semakin cantik dan motok sensual dan sexsy, apalagi dengan penampilannya siang itu hanya menganakan blazer merah, rok mini ketat dan sepatu hak tinggi sehingga menampakan kejenjangan kakinya serta kemulusan kulitnya yang sangat mulus, walaupun tubuhnya tetap tidak banyak berubah, Yaitu Munggil dan Ramping.

"Aku selesaii kerjaan saya dulu yah., setelah selesai baru kita jalan.."

Kata Tias sambil mengajakku ke mejanya setlah kami ngobrol-ngobrol di ruang tamu. Tias lalu duduk di kursinya sambil kerjakan tugasnya di komputernya.

"Aku pijitin yah.."

Kataku sambil berjalan di belakang kursinya berbarengan dengan mampirnya kedua tanganku kudekatkan kepundaknya unutk memijit.

"Hmmmmm.., enaknya..., udah lama kamu tidak memijit aku.., aku kangen sama tanganmu..."

Katanya lagi sambil menggeliat manja.

"Kangen sama bibir saya ngak?," bisikku kemudian kebarengi dengan ciuman saya di telinganya Tias. Tias pun langsung menggeliat, apalagi waktu kraag blosenya agak saya sungkap dan ciumanku menjalar ke leher dan ketengkunya yang mulus itu.

Wangi tubuhnya Tias yang saya alami saya rasakankan lagi setelah sekian lama tidak berjumpa dengan dirinya.

"Shhhhhhh..., kamu ngak berubah yah.." Rintih Tias kenikmatan dan sambil meshutdownkan computernya.

"Kayaknya qta tidak perlu keluar dari sini dhe..,sebentar yah, say kunci pintu depannya dulu," katanya lagi. Agak lama Tias menguncikan pintu depan, dan waktu pas balik ke dalam ruangan kerjanya, mataku terbelalak melihat Tias hanya tinggal mengenakan blazer merhnya yang terkancing seadanya tanpa ada apa-apa didalamnya.

Tanpa bicara, Tias langsung menggandengin tangkaku dan menuju ke ruang metting kecil yang dalam nya hanya berisi meja bulat dan beberapa kuris.

"Saya kangen melihat tubuhmu,"katanya lagi. Sementara saya buka pakaianku semua, Tias pun medekatiku dan tiba-tiba melumat bibirku yang langsung kusambut dengan menerobosakan lidahku dan menari-nari di dalam mulutnya sambil kadang-kadang mengulum lidahnya.

Begitu saya bugil total, Tias meyuruhku duduk di atas kursi meeting, sementara Tias ambil posisi berdiri dihadapanku sambil pelan-pelan membuka kancing blazernya dengan gaya erotis. Setelah itu, disingkapnya masing-masing ke samping sehingga muncullah pemandangan yang amat indah. 

Buah dadanya yang ranum, bulat, dan padat dengan pentilnya yang merah muda itu nampak mencuat menantang, apalagi dengan tubuhnya yang makin basah oleh keringat sehingga kulitnya yang mulus makin berkilat. Belum lagi saya terkagum-kagum melihatnya, Tias langsung duduk dipangkuanku dengan mengangkangkan pahanya bertumpu di pegangan tangan kursiku sehingga posisi buah dadanya tepat persis di wajahku.

"Udah lama kamu nggak menyantap susuku, ayo dong isep", Goda Tias sambil meneruskan melepas blazernya dan menaruh kedua tangannya ke atas senderan kursiku dan menyodorkan dadanya hingga kepalaku terbenam di antara dua bukitnya yang kenyal itu. Penisku mulai berdiri lagi dengan perlakuannya ini, apalagi saya bebas menghirup aroma tubunya yang bercampur antara parfum dan keringatnya itu. 

Muncullah ideku untuk bermain-main dulu dengan menciumi lehernya yang jenjang dan terus ke belakang telinganya. Tias menggeliat kegelian dan membuat hidung dan bibirku menjalar ke ketiaknya yang halus bersih itu, setelah sebelumnya menelusuri lengannya yang lembut. Disitu kuciumi sepuas-puasnya dan kujilat-jilat seputar ketiaknya yang merupakan salah satu kesukaannya juga. Kegeliannya membuat kepala Tias menengadah kebelakang sehingga buah dadanya siap dilumat dengan mulutku yang makin liar.



Kujilati mulai dari bawah buah dadanya, terus kesamping dan berlama-lama di seputar putingnya yang makin mengeras. Tias yang udah nggak sabar, mendorong putingnya ke mulutku yang langsung kusambut dengan jilatan panjang, gigitan kecil dan kemotan-kemotan halus di putingnya. 

Tubuhnya makin menggelinjang ketika tanganku juga beraksi mengusap-usap selangkangannya yang ternyata sudah basah dari tadi. Jariku mulai menyusup ke vaginanya dan kugosok-gosok klentitnya. Tidak Cuma itu, jari-jarikupun menerobos masuk ke vaginanya yang terbuka bebas dengan gerakan maju-mundur yang makin lama makin cepat, dan ..

“Aaggh..sudah dong, sudaah”, Erang Tias yang badannya mengejang sambil mendekap erat wajahku di buah dadanya sampai saya sulit bernafas, sementara jariku merasakan hangatnya cairan dari vaginanya. 

Rupanya Tias baru saja mencapai klimaksnya dengan posisi kedua pahanya yang masih mengangkang dan masing-masing bertumpu pada sandaran tangan kursiku. Tubuhnya lalu kuangkat dari kursi dan kurebahkan di meja bulat di depanku dengan posisi kedua kakinya, dari batas lutut menjuntai ke bawah, agar Tias bisa beristirahat sebentar mengembalikan tenaganya. 

Sementara beristirahat, saya yang duduk kembali di kursi mengangkat kedua kakinya, melepas sepatu tingginya, dan menaruh di pangkuanku sambil kupijat lembut dari ujung kaki hingga betisnya.

Kupandang sejenak kakinya yang bener-bener mulus bersih dengan jari-jari kakinya yang rapi dan tanpa kutek itu serta betisnya yang ramping berisi. Tias menikmati sekali pijatanku, bahkan waktu kugantikan tugas tanganku dengan bibirku yang menelusuri seluruh permukaan kulit kakinya. “Aawh..sshh,..geli sayang,” Rintihnya lagi namun tetap pasrah menyerahkan kakinya untuk kuciumi dan kujilati dari mulai tumit, telapak kaki hingga jari-jari kakinya. 

Selain kumainkan lidahku, tak lupa kukemot satu persatu jari kakinya yang kutahu paling dia suka. Tias menikmati sekali permainanku ini sampai posisi kedua kakinya jadi tak beraturan karena menahan geli dan nikmat. 

Walaupun kedua kakinya masih kuciumi, pahanya mulai terbuka sedikit, sehingga satu tanganku bisa bebas menjamah kemulusan paha dan selangkangannya. Tias  meronta-ronta, apalagi ketika clitorisnya kujilat berulang-ulang kali lalu kujulurkan lebih dalam menembus liang vaginanya bersamaan dengan makin cepatnya gerakan maju-mundur pinngul Tias, dan “aghh”..aagh!” Tubuhnya melengkung dan mengejang. 

Kepalanya direbahkan kebelakang dan kedua pahanya dirapatkan sehingga menjepit kepalaku yang masih berada di selangkangannya sambil tangannya terus menekan kencang. Tanpa istirahat lagi, dengan cepat saya berdiri dari kursi lalu mengangkat kedua kakinya tinggi ke atas dan kutumpangkan masing-masing di pundakku, sehingga posisi penisku tepat berada di depan liang vaginanya yang persis berada di pinggir meja. 

“Ooowh ..,” teriak Tias begitu penisku yang tegak keras bak meriam masuk lurus ke liang vaginanya. 

Langsung kugerakkan maju-mundur pinggulku yang membuat Tias menjerit-jerit kecil karena menahan geli, setelah mencapai klimaks sebelumnya. Pinggulnya diputar-putarkan mengimbagi gerakan penisku yang makin lama makin cepat bergerak maju-mundur.

Tias makin pasrah waktu pergelangan kakinya kupegang dan kukangkangkan ke samping sambil terus menggenjot vaginanya. Baru sebentar Tias tidak tahan, dan lebih memilih melingkarkan kakinya ke pinggangku sambil terus menggoyang-goyang pinggulnya.

Kesempatan ini kupergunakan dengan merapatkan badanku ke tubuhnya yang indah itu, dan dengan tak henti menggenjot vaginanya, bibir dan tanganku ikut bekerja. Tanganku meremas gundukan buah dadanya yang ranum, dan bibirku merajalela di wajah dan lehernya. 

Penisku terus menghujam makin cepat ke liang vaginanya. Kedua tanganku kemudian menahan kedua tangannya dan bibirku kuturunkan ke putingnya untuk kujilat dan kukemot habis-habisn.., sehingga

” Aaagghh..!,” Teriak Tias dan aku hampir bersamaan. Kedua tubuh bugil kami sama-sama menegang. Kedua kakinya kencang sekali menghimpit pinggangku, dan tangannya beralih menekan kepalaku ke buah dadanya. 

Kami sama-sama terdiam beberapa saat menikmati ledakan yang luar biasa. Keringat mengucur deras membasahi meja meeting itu walaupun AC terasa dingin. Kulepaskan tubuhku kemudian sambil memandangi tubuh Tias yang indah mulus itu terlentang di atas meja. 

Tampangnya yang sensual itu masih tersenyum kepuasan, dan membuatku gemas. Lalu aku mulai lagi menjelajahi seluruh lekuk liku tubuhnya dengan jilatan-jilatan nakal, Tias cuma bisa menggelinjang pasrah dan dengan manja berkata lagi, ” Coba deh kamu tiap hari ke kantorku.”

TERIMA KASIH  TELAH MEMBACA : Ngetod Temanku Yang Sudah Menjanda

#Ceritahot #CeritaSex #Cerita18+ #Ceritaperawaningadisdesa #gadisdesa #gidsperawan #abghot #hotabg #majikan #ceritasexindo #Ceritahotabgperawan #Ceritacewekmalam #Ceritadewasa #Ceritawanita #Ceritapria #Ceritadewasahot #Ceritasexabg #Ceritaanakmuda #Ceritasexjanda #Ceritasexmamamuda #Ceritasexjandakembang #Ceritajandadiperkosa #Ceritasextante #Ceritasexdigilir #Ceritaperkosaistriteman #Ceritasexadikkandung #Ceritasekkeponakan #Ceritasexcewekbohay #Ceritasexcewekcantik #Ceritasexcewekmulus #Ceritasexcewekbohay #Ceritasexabg #Ceritasexgadiscantik #Ceritasexperawan #Ceritasextente #Ceritasextantemontok #Ceritasexpembantu #Ceritasexmajiakan #Ceritasexsupir #Ceritasexabgbarukenal

Posting Komentar

0 Komentar